Jumat, 03 September 2010

Perang Indonesia Vs Malaysia! siapa yang DI UNTUNGKAN????

0 komentar


JANGAN TERBAWA EMOSI SOB....

JADI ORANG INDONESIA MESTI PINTER DIKIT
JANGAN BEGO, LEBAY DAN MUDAH TERPROVOKASI
TAR JADI ALAY LAGI
BACA ARTIKEL DI BAWAH INI


Malaysia dan Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim yang memiliki potensi ekonomi yang sangat baik, ditambah kekayaan alamnya yang luar biasa. Tidak heran kalau banyak pihak internal dan eksternal tidak suka kalau dua negara ini saling bersahabat dan berdamai, sehingga berupaya sekuat tenaga agar kedua negara ini bertikai. Para penjahat ini akan menjadi penonton yang baik saat dua negara serumpun ini bertikai.

Ditambah lagi media massa yang menjadi biang kerok yang selalu saja menonjolkan tayangan dan liputan yang sebaiknya tidak ditayangkan demi kepentingan bangsa dan negara. Padahal banyak kasus yang seharusnya diliput tetapi mereka enggan dengan alasan yang beragam. Media massa telah gagal menyajikan tayangan yang mendidik dan mencerdaskan bangsa karena hanya menjalankan sistem kapitalis busuk yang mengedepankan uang atau popularitas rating, dan tega memprovokasi masyarakat.

Perang melawan Malaysia adalah IDE GILA. Ide sangat gila, dan jangan dipikirkan sedikit pun peluangnya. Bukan karena kita takut mati, tetapi Malaysia itu bangsa Muslim. Mungkinkah kita akan berperang melawan sesama Muslim? Sudah sedungu dan sebejat itukah kita, sehingga ada niatan ingin berperang dengan sesama Muslim? Masya Allah, betapa rusaknya agama kaum Muslimin di negeri ini, sehingga urusan negara diletakkan lebih tinggi dari agama.

Begitu besar kebencian bangsa Indonesia ke Malaysia, sehingga bernafsu ingin berperang melawan negara jiran tersebut. Protes, kecaman, provokasi, dll. marak di mana-mana, menggugat sikap Malaysia yang dianggap sering melecehkan bangsa Indonesia. Di Malaysia sendiri, warga dan Pemerintah di sana juga bersikap keras. Walhasil, akankah terjadi konfrontasi terbuka antara Indonesia Vs Malaysia?

Kalau mendengar pernyataan-pernyataan provokasi Permadi, dia jelas sangat mendukung Indonesia perang melawan Malaysia. Permadi meyakinkan, pasukan Indonesia meskipun peralatan sederhana, tetapi berani mati. Sementara Malaysia, meskipun fasilitas militer bagus, nyalinya kecil. Permadi setuju gerakan, Ganyang Malaysia!

Kalau perang itu nanti terjadi, saya usul Permadi diberi seragam militer, khususnya pasukan infanteri, lalu diterjunkan dalam peperangan di front terdepan. Kita ingin melihat, apakah dia berani menerjuni peperangan tersebut? Begitu juga, wartawan-wartawan TV dan backing politik di belakangnya, yang sok nasionalis itu, mereka perlu diberi seragam infanteri juga, untuk berdiri di front line. Kita buktikan saja, sejauh mana kebenaran omongan mereka? Apakah mereka berani mati, seberani pernyataan mereka?

Perang melawan Malaysia adalah IDE GILA. Ide sangat gila, dan jangan dipikirkan sedikit pun peluangnya. Bukan karena kita takut mati, tetapi Malaysia itu bangsa Muslim. Mungkinkah kita akan berperang melawan sesama Muslim? Sudah sedungu dan sebejat itukah kita, sehingga ada niatan ingin berperang dengan sesama Muslim? Masya Allah, betapa rusaknya agama kaum Muslimin di negeri ini, sehingga urusan negara diletakkan lebih tinggi dari agama.

…Perang melawan Malaysia adalah ide sangat gila, jangan dipikirkan sedikit pun peluangnya. Bukan karena kita takut mati, tetapi Malaysia itu bangsa Muslim.

Mungkinkah kita akan berperang melawan sesama Muslim?...

Kalau bangsa Indonesia berani, ayo kita berperang melawan Australia, berperang melawan Singapura, berperang melawan Timor Leste, atau Thailand sekalian. Andaikan ada peperangan seperti ini, insya Allah saya akan ikut mendaftar, dengan niatan membela kaum Muslimin di negeri ini. Lha, sekarang mau perang dengan Malaysia, negeri yang di sana ada jutaan kaum Muslimin yang sama-sama bersujud, puasa, dan membaca Al-Qur’an seperti kita. Perang semacam itu sangat gila, segila ide perang Irak melawan Kuwait dan Saudi, di masa lalu. Sama-sama Muslim, sama-sama hamba Allah, kok saling memerangi?

Anda tentu masih ingat tahun 1990-1991 lalu, ketika terjadi Perang Teluk antara Irak Vs Kuwait-Saudi. Perang ini benar-benar gila, rusak, dan menghancurkan kehidupan bangsa Irak, menguras kas keuangan Kuwait dan Saudi. Tahukah Anda, mengapa terjadi perang itu? Demi Allah, perang ini adalah adu domba Eropa dan Amerika belaka.
Saddam Hussein pernah mengaku, bahwa dia tak pernah punya niat menyerang Kuwait atau Saudi. Saddam sangat sadar bahwa dalam perang Irak-Iran, Kuwait dan Saudi sangat mendukung posisi Irak. Jadi tidak mungkin kalau Irak akan menyerang Kuwait dan Saudi.

Ide gila menginvasi Kuwait ketika itu muncul di benak Saddam, karena dia terus diprovokasi oleh utusan-utusan dari kedutaan besar Inggris dan Prancis. Utusan itu terus datang ke Saddam memprovokasi dirinya agar menyerang Kuwait. Alasan yang dibawa utusan itu ialah, Kuwait diduga telah menyedot cadangan minyak Irak dari wilayah Kuwait. Utusan-utusan penipu itu meyakinkan Saddam Husein dengan data-data, fakta-fakta, yang dibuat-buat. Saddam pun terprovokasi, sehingga akhirnya menginvasi Kuwait. Saddam mengklaim Kuwait adalah sebuah provinsi, bagian dari wilayah Irak.

Ketika Irak sudah menginvasi Kuwait, syaitan-sayitan dari Inggris dan Perancis segera melarikan diri dari arena. Peranan selanjutnya dikerjakan Amerika Serikat. Amerika merasa dirinya sangat peduli, sangat mencintai, sangat memuja bangsa Kuwait; mereka pun tampil sebagai pahlawan, siap menegakkan keadilan dan melenyapkan penindasan. Tak lupa pahlawan-pahlawan kesiangan Amerika membawa slogan Rambo, “No one can stop me!”

Akhirnya, Irak digebuk dari berbagai arah. Ribuan ton rudal dijatuhkan ke wilayah Irak, puluhan ribu pasukan, ratusan pesawat tempur, tank, kapal induk, dll. dikerahkan ke Irak. Amerika tidak berani menghadapi Irak sendiri, mereka menggandeng negara-negara Sekutu NATO.

…Jangan menyalahkan Malaysia kalau mereka bersikap agresif. Dulu di jaman Soeharto, bangsa lain tak berani memprovokasi kita, karena ketika itu kita masih memiliki sedikit INTEGRITAS. Nah, saat ini sebagian besar politisi dan pejabat bersikap munafik, oportunis…

Tahukah Anda, apa yang terjadi setelah itu?

Ribuan rakyat Irak tewas sebagai korban, rumah-rumah hancur, masjid-masjid hancur, sekolah, perpustakaan, museum, fasilitas listrik, transportasi, dll. semua hancur. Irak menjadi negara puing-puing. Mereka luluh lantak. Katanya, sampai saat ini korban jatuh di pihak rakyat Irak dan tentaranya, berjumlah lebih dari 1 juta jiwa sejak Perang Teluk 1990-1991 itu. Negeri Irak hancur bukan karena kegagahan prajurit Amerika, tetapi karena pesawat-pesawat tempur dan rudal mereka. Amerika sedikit memakai tenaga manusia. Kalau perang, mereka lebih suka memakai alat-alat militer.

Lalu siapa yang disuruh membiayai peperangan itu?

Semua biaya perang itu dibebankan kepada: Kuwait dan Saudi. Seingat saya, ketika itu Saudi harus mengeluarkan biaya sekitar US$ 30 miliar (atau sekitar 300 triliun rupiah). Begitu pula Kuwait, kas negara itu dikuras oleh pasukan Sekutu. Belum lagi, konsesi pengelolaan minyak di Irak, Kuwait, Saudi pasca Perang Teluk, sangat dicampuri kepentingan Amerika, Inggris, Prancis. Prancis pernah marah kepada Amerika, karena mereka hanya kebagian porsi kue ekonomi kecil. Sebegitu bejatnya kaum kuffar terlaknat itu. Mereka sendiri yang membuat perang, mereka yang terjun perang, mereka pula yang minta diongkosi. Habis sudah, kekayaan-kekayaan negeri Muslim.

Lihatlah betapa kejinya kelakuan syaitan-syaitan kafir itu! Mereka memprovokasi Irak agar menyerang Kuwait, setelah itu Irak ditinggalkan. Selanjutnya mereka mendukung negara Irak dihancurkan Amerika dan Sekutu. Setelah perang usai, Irak hancur, Saddam menderita, Saudi dan Kuwait disuruh membayar biaya perang. Ini semua adalah akal-akalan gila, moso kita mau ikut-ikutan gila kaya mereka????
Kalo saya sih ga mau…..

Tidak puas dengan menghisap ratusan triliun kekayaan kaum Muslimin selama Perang Teluk lalu. Kini mereka bersiap-siap menghisap kekayaan kaum Muslimin di Asia Tenggara, khususnya di Indonesia-Malaysia.
Coba saja, siapa yang paling diuntungkan oleh konflik Indonesia-Malaysia ini? Siapa wahai bangsa Indonesia, siapa? Yang paling diuntungkan, adalah kafir-kafir yang mencari makan di negeri kita itu. Mereka semua kini sedang bersiap menjerumuskan kita dalam perang antar saudara serumpun, yang akibatnya pasti merusak kehidupan rakyat Indonesia dan Malaysia sendiri. Sementara mereka terus saja mengeruk kekayaan kita tanpa henti.

Kalau banga Indonesia jujur, mengapa tidak dibersihkan saja negeri ini dari para ekonom Neolib, dari IMF dan Bank Dunia, negara donor asing, dibersihkan dari jaringan bisnis China, dari perusahaan-perusahaan Amerika, Jerman, Inggris, Jepang, Korea, dll. Mengapa tidak kita bersihkan saja negeri kita dari kolonialis-kolonialis itu? Mengapa kita justru hendak memantik permusuhan dengan sesama negara Muslim?

Okelah, andaikan harus berperang dengan Malaysia. Tetapi pertanyaannya, akan kita kemanakan para kolonialis-kolonialis asing itu? Apakah akan kita biarkan saja mereka terus mengeruk kekayaan negeri ini? Apakah adil, kita berperang melawan Malaysia karena alasan-alasan yang bisa dirundingkan antar pemimpin birokrasi kedua negara, sementara itu kita diam saja atas penjajahan oleh perusahaan-perusahaan asing yang sejak tahun 70-an (selama 40 tahunan) aktif mengeruk kekayaan negeri ini? Apakah ini suatu keadilan?

Kita tidak pungkiri betapa sakit hati kita karena menghadapi sikap-sikap oknum di Malaysia yang overacting, kejam kepada TKI, dan sangat melecehkan. Sebagai bangsa yang masih punya harga diri, kita marah. Tapi masalahnya, kondisi itu kita ciptakan sendiri. Kita telah memilih Reformasi 1998. Di balik Reformasi ini ada gelombang LIBERALISME di segala bidang. Akibat liberalisme, kehidupan kita hancur-lebur, seperti sekarang.

Dalam kondisi rusak, lemah, dan hancur ini, kita tak mampu meninggikan martabat kita. Wajah kita tertunduk lesu, memandangi kekalahan bangsa dalam pergolakan politik yang tak jelas ujungnya itu. Saat lemah seperti ini, apa yang bisa kita lakukan untuk menjaga harga diri bangsa? Tidak ada! Kelemahan ini adalah PILIHAN kita sendiri yang meminta Reformasi, meminta demokrasi liberal, meminta ekonomi liberal, meminta pemimpin seperti Gus Dur, Megawati, Gus Dur. Semua ini pilihan kita sendiri!

Jangan menyalahkan Malaysia kalau mereka bersikap agresif. Dulu di jaman Soeharto, bangsa lain tak berani memprovokasi kita, karena ketika itu kita masih memiliki sedikit INTEGRITAS. Nah, saat ini sebagian besar politisi dan pejabat bersikap munafik, oportunis. Apa yang bisa diharapkan dari keadaan seperti ini?

Demi Allah, janganlah kita buka IDE GILA tentang konfrontasi Indonesia-Malaysia. Kita ini bangsa serumpun, sama-sama Muslim. Jangan mau diadu domba oleh syaitan-syaitan keji yang terus gentayangan menjajakan proposal perang itu. Kita yang nanti berperang, kita yang sama-sama bonyok, sementara mereka terus menghitung untung dari jualan senjata.
…janganlah kita buka ide gila tentang konfrontasi Indonesia-Malaysia. Kita ini bangsa serumpun, sama-sama Muslim. Jangan mau diadu domba. Kita yang nanti berperang, kita yang sama-sama bonyok, sementara mereka terus menghitung untung dari

jualan senjata…

Kini Amerika dan sekutunya Eropa, sedang kelimpungan untuk menghentikan perang di Irak, Afghanistan, dan Pakistan. Mereka kesusahan, sebab perang itu sangat menguras energi. Mereka nyaris kalah di medan-medan itu. Kini mereka memprovokasi Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, China, dll. agar terlibat perang juga. Ya, alasannya masih klise, cari makan untuk anak-isteri, buat beli paha babi, minum whiskey, dan seks bebas.
Indonesia-Malaysia menjadikan bidikan berikutnya. Jangan bodoh, jangan lebay! Kita harus pintar melihat kenyataan. Andaikan nanti kita sudah merasakan 1001 nestapa akibat peperangan yang kita sendiri tak punya kemampuan menerjuni perang itu, barulah kita akan sadar arti dari “kotoran” yang dilempar aktivis Bendera ke Kedubes Malaysia. Kotoran itu kelak bisa dikutuk oleh berjuta manusia di Indonesia-Malaysia.

Camkan firman Allah SWT: “Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah perselisihan di antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu mendapat rahmat” (Qs Al-Hujurat 10).

sumber : voa-islam.com dengan beberapa perubahan


Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

65 Tahun Indonesia Merdeka?

0 komentar
65 Tahun Indonesia Merdeka? (Renungan Hari Kemerdekaan NKRI)

[Al Islam 520] Tak terasa sudah 65 tahun usia “kemerdekaan” Indonesia. Saat ini tak ada lagi Belanda atau Jepang yang menjadi penguasa dan pemerintahnya. Namun, kita patut bertanya: Sudahkah rakyat dan bangsa ini benar-benar merdeka dalam pengertian yang sesungguhnya?

Memang, setiap 17 Agustus upcara pengibaran bendera dilakukan sebagai simbol kemerdekaan. Namun, perubahan nasib rakyat negeri ini ke arah yang lebih baik-antara lain rakyat menjadi sejahtera, adil dan makmur-sebagai cita-cita kemerdekaan masih jauh panggang dari api. Nasib mereka malah makin merana, seperti makin lusuhnya bendera sang saka.

Seharusnya dengan ‘umur kemerdekaan’ yang cukup matang (65th), idealnya bangsa ini telah banyak meraih impiannya. Apalagi segala potensi dan energi untuk itu dimiliki oleh bangsa ini. Sayang, fakta lebih kuat berbicara, bahwa Indonesia belum merdeka dari keterjajahan pemikiran, politik, ekonomi, hukum, budaya, dll. Indonesia belum merdeka dari kemiskinan, kebodohan, kerusakan moral dan keterbelakangan. Singkatnya, Indonesia yang dihuni 237 juta jiwa lebih ini (yang mayoritas Muslim; 87%) masih dalam keadaan terjajah!

Pandangan di atas tentu tak mengada-ada. Sebagai contoh, dalam sebuah jajak pendapat yang dilakukan Harian Kompas, masyarakat menilai banyak aspek dan kondisi makin buruk saja pada saat ini. Misal, pada aspek keadilan hukum mereka menyatakan: 59,3% semakin buruk, 13,4%: tetap, 21,6%: semakin baik. Lalu pada aspek keadilan ekonomi mereka menyatakan: 60,7%: semakin buruk, 15,1%: tetap, 21,1%: semakin baik. Saat berbicara pada aspek peran negara, ternyata kesimpulannya: peran negara tidak memadai!

Lalu terkait kemerdekaan, terlihat jelas bahwa masyarakat memandang Indonesia belum merdeka baik dalam bidang ekonomi (67,5%: menyatakan belum merdeka), politik (48,9%; menyatakan belum merdeka), budaya (37,1%: menyatakan belum merdeka).

Pandangan dan penilaian masyarakat di atas rasanya cukup mewakili pandangan mayoritas rakyat Indonesia. Merekalah yang merasakan langsung atau bahkan menjadi obyek penderita dari keterjajahan di berbagai bidang justru di era “kemerdekaan” saat ini. Jadi, Indonesia merdeka, kata siapa?

Potret Nyata Keterjajahan

Dalam rentang waktu 65 tahun, Indonesia masih menyuguhkan potret kehidupan rakyatnya yang masih memprihatinkan. Dari data BPS yang dibacakan Presiden SBY (16/8), jumlah penduduk Indonesia 2010 adalah 237.556.363 jiwa. Yang masuk kategori miskin lebih dari 100 juta penduduk dengan ukuran pendapatan 2 dolar AS/hari.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengaku tingkat pengangguran terbuka pada Agustus 2009, mencapai 8,96 juta orang atau 7,87 persen dari total angkatan kerja sebanyak 113,83 juta orang. Jumlah itu tentu belum termasuk pengangguran ‘tertutup’ ataupun yang setengah menganggur. Dengan kenaikan tarif dasar listrik baru-baru ini, angka pengangguran diduga akan bertambah I juta orang karena akan banyak industri yang melakukan PHK. Di Ibukota Jakarta saja, lebih dari 73 ribu sarjana saat ini menjadi pengangguran.

Alhasil, pidato kenegaraan oleh Presiden setiap tanggal 17 Agustus menjadi tak berarti, karena hanya menjadi ajang “memuji” keberhasilan semu penguasa dan politik pencitraan. Berbusa-busa Presiden bercerita espektasi RAPBN-2011 dan nota keuangan dengan memaparkan asumsi makro dalam RAPBN 2011: pertumbuhan ekonomi Indonesia 6,1 -6,4%; nilai tukar rupiah Rp 9.100-9.400 perdolar AS; inflasi 4,9-5,3%; dll (berdasarkan data BKF/Badan Kebijakan Fiskal). Pemerintah pun berencana menaikkan kembali gaji pegawai negeri sipil, TNI dan Kepolisian Negara RI serta pensiunan masing-masing 10 persen pada tahun anggaran 2011.

Namun, yang tak bisa diingkari adalah potret kemiskinan rakyat dan keterjajahan mereka di negeri sendiri. Rakyat dihadapkan pada kenaikan harga yang makin tidak terkendali, baik bahan pokok (sembako), pupuk pertanian, biaya pendidikan dan kesehatan yang tinggi, dll. Kebijakan Pemerintah untuk menaikkan TDL baru-baru ini jelas makin mendongkrok kenaikan harga kebutuhan-kebutuhan pokok lainnya.

Tak ketinggalan, APBN yang 70% sumbernya adalah dari pajak rakyat, sebagian besarnya justru tidak kembali kepada rakyat. Pasalnya, sebagian dirampok oleh para koruptor, sebagian untuk membayar utang dan bunganya yang bisa mencapai ratusan triliun, dan sebagian lagi untuk membiayai kebijakan yang tidak pro-rakyat. Sebaliknya, anggaran untuk program-program yang pro-rakyat relatif kecil.

Pemerintah pun terkesan lebih mengutamakan para pemilik modal ketimbang rakyat. Contoh: Pemerintah begitu sigap mengucurkan Rp 6,7 triliun (yang akhirnya di rampok juga) untuk Bank Century; sebaliknya begitu abai terhadap korban Lumpur Lapindo hingga hari ini. Pemerintah pun tega untuk terus mengurangi subsidi untuk rakyat di berbagai sektor: pendidikan, pertanian, kesehatan, BBM dan listrik. Yang terbaru, saat banyak rakyat menjadi korban akibat “bom” tabung gas elpiji, Pemerintah justru berencana mencabut subsidi gas elpiji tabung 3 kg. Artinya, harga gas elpiji tabung 3 kg akan dinaikkan dengan alasan untuk mengurangi kesenjangan (disparitas) harga dengan gas elpiji tabung 12 kg. Kesenjangan harga ini dituding sebagai faktor utama yang mendorong terjadinya banyak pengoplosan gas yang sering merusak katup tabung gas, dan pada akhirnya menimbulkan banyaknya kasus ledakan. Padahal jelas, kebijakan Pemerintah yang memaksa rakyat untuk mengkonversi penggunakan minyak tanah ke gas itulah yang menjadi akar masalahnya.

Dengan menyaksikan sekaligus merasakan fakta-fakta di atas, akhirnya bagi rakyat kebanyakan kemerdekaan menjadi sebatas retorika!

Sekadar Klaim

Di hadapan seluruh anggota DPD dan DPR RI di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin 16 Agustus 2010, Presiden SBY mengklaim keberhasilan Pemerintah dalam pelaksanaan demokrasi, termasuk Pemilukada langsung. Namun masalahnya, klaim keberhasilan berdemokrasi tidak berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan yang dirasakan oleh rakyat. Inilah ilusi demokrasi. Seorang gubernur gajinya sekitar Rp 8 juta, walikota sekitar Rp 6 juta. Namun, saat hendak merebut kursi kekuasaan, ongkos politik yang mereka keluarkan bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Saat terpilih, mereka dituntut untuk menciptakan pemerintahan yang bersih. Tentu, tuntutan itu menjadi mimpi di siang bolong. Faktanya, kasus korupsi, termasuk di daerah-daerah, meningkat tajam justru sejak penguasa daerah, juga wakil rakyat daerah, dipilih langsung melalui Pemilukada. Pada tahun 2010 saja, Presiden SBY sudah meneken izin pemeriksaan 150 kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi. Keadaannya tak jauh berbeda dengan kasus korupsi di pusat kekuasaan, termasuk di DPR, yang notabene lembaga wakil rakyat.

Akar Masalah

Jika kita mau jujur, akar masalah dari semua persoalan di atas ada pada sistem kehidupan yang dipakai oleh Indonesia. Selama 65 tahun “merdeka” negeri ini mengadopsi sistem demokrasi-sekular. Demokrasi pada akhirnya hanya menjadi topeng penjajahan baru atas negeri ini. Pasalnya, melalui sistem dan proses demokrasilah lahir banyak UU dan kebijakan yang justru menimbulkan keterjajahan rakyat di negeri ini. UU KHUP masih warisan penjajah. UU SDA sangat liberal. Demikian pula UU Migas, UU Minerba, UU Kelistrikan, UU Pendidikan, UU Kesehatan dan banyak lagi UU lainnya. Sebagian besar UU yang ada bukan saja tak berpihak kepada rakyat, bahkan banyak yang menzalimi rakyat. Pasalnya, melalui sejumlah UU itulah, sebagian besar sumberdaya alam milik rakyat saat ini justru dikuasai pihak asing. Contoh, kekayaan energi termasuk migas (minyak dan gas) di negeri ini saat ini 90%-nya telah dikuasai perusahaan-perusahaan asing.

Jelas, rakyat negeri ini sesungguhnya masih terjajah oleh negara-negara asing lewat tangan-tangan para pengkhianat di negeri ini. Mereka adalah para komprador lokal yang terdiri dari para penguasa, politikus, wakil rakyat dan intelektual yang lebih loyal pada kepentingan asing karena syahwat kekuasaan dan kebutuhan pragmatisnya. Akibatnya, rakyat seperti “ayam mati di lumbung padi”. Mereka sengsara di negerinya sendiri yang amat kaya. Mereka terjajah justru oleh para pemimpinnya sendiri yang menjadi antek-antek kepentingan negara penjajah.

Kemerdekaan Hakiki

Jelas, kita masih dijajah. Kebijakan ekonomi masih merujuk pada Kapitalisme, ideologi penjajah. Di bidang politik, sistem politik yang kita anut, yakni demokrasi, juga berasal dari negara penjajah. Tragisnya, demokrasi menjadi alat penjajahan baru. Hukum kita pun masih didominasi oleh hukum-hukum kolonial.

Akibatnya, kemiskinan menjadi “penyakit” umum rakyat. Negara pun gagal membebaskan rakyatnya dari kebodohan. Rakyat juga masih belum aman. Pembunuhan, penganiyaan, dan kriminalitas menjadi menu harian rakyat negeri ini. Bukan hanya tak aman dari sesama, rakyat pun tak aman dari penguasa mereka. Hubungan rakyat dan penguasa bagaikan hubungan antarmusuh. Tanah rakyat digusur atas nama pembangunan. Pedagang kaki lima digusur di sana-sini dengan alasan penertiban. Pengusaha tak aman dengan banyaknya kutipan liar dan kewajiban suap di sana-sini. Para aktifis Islam juga tak aman menyerukan kebenaran Islam; mereka bisa ‘diculik’ aparat kapan saja dan dituduh sebagai teroris, sering tanpa alasan yang jelas.

Karena itu, kunci agar kita benar-benar merdeka dari penjajahan non-fisik saat ini adalah dengan melepaskan diri dari: (1) sistem Kapitalisme-sekular dalam segala bidang; (2) para penguasa dan politisi yang menjadi kaki tangan negara-negara kapitalis.

Selanjutnya, kita harus segera menerapkan aturan-aturan Islam dalam seluruh kehidupan kita. Hanya dengan syariah Islamlah kita dapat lepas dari aturan-aturan penjajahan. Hanya dengan syariah Islam pula kita bisa meraih kemerdekaan hakiki.

Syariah Islam yang diterapkan oleh Khilafah Islam akan menjamin kesejahteraan rakyat karena kebijakan politik ekonomi Islam adalah menjamin kebutuhan pokok setiap individu rakyat. Negara juga akan memberikan kemudahan kepada rakyat untuk mendapatkan kebutuhan sekunder dan tersier. Negara pun akan menjamin kebutuhan vital bersama rakyat seperti kesehatan gratis, pendidikan gratis dan kemudahan transportasi. Khilafah Islam juga akan menjamin keamanan rakyat dengan menerapkan hukum yang tegas. Capaian semua itu berdiri tegak di atas sebuah ideologi yang sesuai dengan fitrah manusia, menenteramkan jiwa dan memuaskan akal. Itulah ideologi Islam yang akan menjadi rahmatan lil ‘alamin. Mahabenar Allah Yang berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِلْعَالَمِينَ

Tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad saw.) melainkan agar menjadi rahmat bagi alam semesta (QS al-Anbiya’ [21]: 107).

Wallahu a’lam bi ash-shawab. [http://hizbut-tahrir.or.id]
Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

fakta tentang seks bebas

0 komentar

Fakta yang sangat memilukan hati ini, melihat para remaja Indonesia, negeri yang di sanjung sebagai negeri dengan penduduk mayoritas muslim ini ternyata tak kuasa membendung seks bebas. Fakta yang saya cari setelah berinteraksi dengan mbah Google sang penunggu jagad maya menunjukan seks bebas dilakukan oleh remaja menurut survey yang di lakukan BKKBN di tahun 2008 mencapai angka 63% dari jumlah remaja.

Astagfirullah itu di tahun 2008, lalu bagai mana dengan tahun 2009, 2010 ???

Lihat data ini yang bersumber dari BKKBN.GO.ID

Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Rukman Heryana, pada acara semiloka masalah keluarga di Bandung, Selasa (7/4/09) menjelaskan, 40,1% dari 1.388 responden tersebut melakukan hubungan seks dengan menggunakan alat kontrasepsi (alkon) dan 23,79% menyatakan siap melakukan aborsi apabila terjadi kehamilan.

"Kasus aborsi, baik itu aborsi spontan (karena alasan medis) maupun aborsi provocatus (disengaja) di Tanah Air setiap tahun memperlihatkan peningkatan. Tahun 2008 kasus aborsi mencapai 1.982.288 kasus, atau setiap hari terjadi 37 kasus aborsi per wanita usia subur (15-45 tahun). Sementara kasus aborsi provocatus, karena sifatnya ilegal, tidak diketahui. "Angka aborsi di Jawa Barat mencapai 400 ribu kasus setiap tahun," katanya.

Seorang Ginekolog, dr. Boy Abidin dari Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading mengatakan, remaja di Indonesia sudah berani bereksplorasi dengan seksualitas mereka. “Fakta ini ditemukan pada remaja SMP dan SMU di Jawa Barat. Hasil penelitiannya 42,3 persen melakukan hubungan seks pertama kali saat di bangku sekolah menengah. Mereka juga mengaku melakukannya berdasarkan rasa saling suka dan tanpa paksaan,” ujarnya menerangkan. Dan, para pelaku seks dini itu menyakini, berhubungan seksual satu kali tidak menyebabkan kehamilan.

Bahkan yang lebih mencengangkan kita seks bebas lebih banyak di lakukan di dalam rumah sendiri. Menurut hariansib.com rumah sendirilah tempat yang paling aman dan nyaman serta tidak mengundang banyak kecurigaan. Rumah mestinya tidak dibiarkan kosong tanpa ada pengawasan siapapun.Tidak cukup seorang pembantu atau sopir, tetapi harus ada figur yang ditakuti oleh seorang anak .

Selain pengawasan model demikian, perlu juga ditanamkan nilai-nilai akhlak mulia dan religi. Sebab, anak remaja yang gampang terpengaruh membutuhkan semacam tameng untuk menolak hal-hal yang melanggar norma susila, norma sosial dan norma agama.
“Ini merupakan pengetahuan yang salah. Bahaya melakukan hubungan seks dini, selain menyebabkan kehamilan bisa juga menyebabkan kanker serviks,” kata Boy

Lalu survey yang dlakukan Komisi Perlindungan Anak (KPA) mengungkapkan data bahwa 97 persen remaja di Indonesia pernah menonton atau mengakses pornografi, 93 persen pernah berciuman, 62,7 persen pernah berhubungan badan, serta 21 persen remaja telah melakukan aborsi. Okezone.com(11 Mei 2010)

Indeks yang terus meningkat dari tahun ke tahun, pakah kita masih diam saja????
Bayangkan jika itu menimpa anak atau saudara kita???

Wahai sekalian manusia: Jauhilah perbuatan zina, karena ia akan mengakibatkan enam perkara. Tiga di dunia, sementara tiga lainnya di akhirat. Adapun yang di dunia: Akan menghilangkan karismatik, mengakibatkan kefakiran, dan mengurangi umur. Sedang tiga yang di akhirat yaitu: Menyebabkan murka Allah SWT, sulitnya hisab, dan akan kekal di dalam api neraka. ( HR.Bukhari)

Minimnya intensitas pendidikan agama di sekolah dinilai menjadi salah satu faktor pemicu tingginya angka praktik seks bebas oleh para remaja di Indonesia.

Menurut Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amidhan, pendidikan agama di Indonesia hanya berbentuk pembelajaran, bukan untuk meningkatkan moral. Padahal pendidikan agama seharusnya meningkatkan akhlak yang mulia dan moral yang baik.

Tapi jangan juga anda lupakan pentingnya kedekatan dan pendidikan agama di rumah kita masing-masing, karena remaja itu perlu dirangkul dengan mesra, bukannya ditakut-takuti. Cobalah kita sebagai orang yang lebih tua mengingat kemabli masa-masa remaja dulu, dan ingat-ingat semua baik tentang emosi, minat atau yang lainnya. Sehingga kita bisa dengan mudah merangkul dan membimbing anak-anak kita agar tidak terjerumus ke pergaulan bebas.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ ناراً وقودها النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عليها مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدادٌ لاَّ يَعْصُونَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa ang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Qs. At-Tahrim [66]:6)
Padahal islam telah memberikan solusi, tapi kitanya aja yang pura-pura budek

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَاجاً لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُم مَّوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ
لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang.Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (Qs. Ar-Rum [30]:21)

Dalam ayat yang mulia ini Allah firmankan: (لِّتَسْكُنُوا إِلَيْهَا) bukan (لِّتَسْكُنُوا مَعَهَا). Hal ini menunjukkan pengertian ketentraman dalam prilaku dan jiwa dan merealisasikan kelapangan dan ketenangan yang sempurna. Sehingga hubungan pasutri itu demikian dekat dan dalamnya seakan-akan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Allah jelaskan hal ini dalam firmanNya,
“Mereka itu adalah pakaian, dan kamu pun adalah pakaian bagi mereka.” (Qs. Al-Baqarah [2]:187)

Apalagi bila hubungan ini ditambah dengan pembinaan dan pendidikan anak-anak dalam naungan orang tua yang penuh dengan rasa kasih sayang. Adakah nuansa dan pemandangan yang lebih indah dari ini?
Allahualam bi sawab


Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

FASILITAS MEWAH UNTUK WAKIL RAKYAT

0 komentar

Selain dilengkapi SPA dan kolam renang, DPR ingin gedung barunya dilengkapi fasilitas mewah. Restoran mewah berkelas internasional disiapkan untuk menjamu tamu DPR dari dalam dan luar negeri.

“Gedung baru nanti dilengkapi restoran yang sangat representatif untuk menerima tamu dewan dari dalam dan luar negeri,” ujar Wakil Ketua BURT DPR, Pius Lustrilanang, kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/9).

Pius menuturkan, restoran tersebut diharapkan dapat memuaskan para tamu dewan. Dengan demikian lobi DPR dirasa akan makin efektif.

“Kami ingin agar setiap pertemuan di DPR tidak perlu di luar DPR, sehingga ada tempat lobi yang nyaman. Kalau menerima tamu juga tidak perlu kemana-mana,” terang Pius.

14 Lift dan Helipad

Selain dilengkapi restoran, gedung baru DPR juga dilengkapi 14 lift dan helipad. Tujuannya untuk memudahkan untuk memudahkan akses anggota DPR menuju ruang kerjanya.
“Tidak ada macet di lift, nanti ada 14 lift,” papar Pius.

Gedung baru DPR, menurut Pius, akan menghabiskan anggaran Rp 1,6 triliun dengan rincian 1,16 triliun untuk bangunan dan Rp 500 juta untuk interior dan furnitur.

Selain itu disiapkan helipad untuk kepentingan khusus.
“Ada helipad di lantai paling atas,” jelasnya.







Anggota DPR Senang Gedung Baru Dilengkapi Ruang Rekreasi

Anggota DPR menyambut gembira rancangan gedung baru gerbang aspirasi yang akan menyediakan ruang khusus rekreasi. Tempat rekreasi ini diharapkan dapat membuat anggota DPR rileks dan makin semangat bekerja.
“Saya malah baru denger, tapi Kalau itu benar dibangun, bagus. Relaksasi itu penting biar anggota DPR semakin sehat dan semangat bekerja,” ujar anggota BURT DPR M Toha kepada detikcom, Selasa (31/8).

Namun Toha berharap ruang rekreasi yang akan dibangun di puncak gedung baru DPR tersebut tidak untuk fasilitas macam-macam. Toha berharap akan dibangun fasilitas yang menunjang kesehatan anggota DPR.
“Kalau itu fitness atau potong rambut, ruang santai juga boleh. Tapi kalau panti pijet ya saya tidak sependapat,” harap Toha.

Sebelumnya dalam sosialisasi pembangunan gedung baru DPR, Tim Leader pembangunan fisik gedung baru, Budi Asdar Sukada, menyampaikan bahwa gedung baru DPR akan dilengkapi dengan ruang rekreasi.
“Gedung baru dibangun sebanyak 36 lantai, dilengkapi ruang rekreasi di lantai paling atas,” ujar Budi.

Budi menyampaikan, sarana ruang rekreasi diharapkan dapat menjadi hiburan santai anggota DPR di tengah melaksanakan tugas legislasi. “Agar anggota DPR bisa rileks,” jelasnya.

Politisi demokrat menyambut baik

Politisi Demokrat Venna Melinda menyambut baik pembangunan fitness center bagi anggota DPR. Bagi Venna, yang piawai menari salsa ini, diharapkan pusat kebugaran itu bisa membuat DPR lebih fit dalam bekerja.
“Pasti membuat lebih sehat. Tentu diharapkan stamina akan lebih bagus dan otak lebih fresh,” terang Venna yang juga anggota Komisi X DPR ini saat dihubungi detikcom, Selasa (31/8).

Venna bertutur, di tengah kesibukan menjadi anggota Dewan tentu akan lebih fresh dengan adanya fasilitas kesehatan itu. “Kalau memperbaiki produktivitas tentu kita setuju,” imbuhnya.

Namun, Venna memberi catatan, bagaimanapun, pembangunan fasilitas itu jangan sampai menciderai hati rakyat. “Kita kan jadi tidak enak menggunakannya kalau menyakiti hati rakyat. Posisi saya tidak dalam posisi mendukung atau menolak,” terangnya.
Salah satu fasilitas yang akan dimiliki DPR di gedung baru tersebut yakni spa, kolam renang, dan fitness center. Desain ini memicu pro kontra di tengah anggota DPR sendiri. Namun mereka mendukung pusat kebugarana, karena bisa membuat kerja lebih produktif.

Ketua DPR: Ruang Rehat Disiapkan Karena DPR Kerja Hingga Malam

Kamar istirahat disediakan di ruang kerja anggota DPR di gedung baru DPR yang akan segera dibangun. Menurut Ketua DPR Marzuki Alie, fasilitas yang disebutnya ruang rehat itu diperlukan guna menunjang kinerja anggota Dewan.
“Untuk rehat Dewan harus disiapkan karena mereka seringkali kerja hingga malam,” kata Marzuki saat dihubungi detikcom, Selasa (31/8).
Namun dia belum mengetahui apa fasilitas yang nanti ada di dalam ruang rehat itu. “Belum ada rencananya,” imbuh Marzuki.

Sebelumnya menurut tim leader teknis pembangunan, Budi Sukada, selain kamar istirahat lengkap dengan spring bednya, ada pula kolam renang dan spa di salah satu lantai yang akan menambah banyaknya fasilitas gedung baru tersebut.
“Fasilitasnya kebugaran, spa, apotek, kolam renang, toko (minimarket),” kata Budi Sukada saat dihubungi detikcom.

Sukada mengatakan, luas bangunan gedung baru DPR hingga kini masih belum ditentukan. Harus dihitung atas dasar luas jumlah total lantai bangunan dan orang yang akan berada di gedung baru DPR tersebut. Namun data yang dilansir Badan Urusan Rumah Tangga DPR, luas mencapai 157 ribu meter persegi.

ini bertentangan dengan fakta mayoritas penduduk indonesia
baca di sini
Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

Kamis, 02 September 2010

LANGKAH BIJAK MENGHADAPI KONFLIK INDONESIA MALAYSIA

0 komentar

Kondisi perseteruan antara Indonesia dan Malaysia kini semakin memanas, walaupun saat ini bulan Ramadhan, dimana sebagian besar penduduk Indonesia dan Malaysia adalah muslim. Hal ini dipicu beberapa hal yang menjadi ganjalan dan mengundang emosi dari kedua belah pihak dan berlangsung sudah cukup lama, beberapa tahun lalu mulai masalah TKI disiksa, Ambalat hingga penahanan Aparat Indonesia oleh Aparat

Malaysia, pun dari Malaysia juga merasa warga Indonesia menginjak injak kehormatan bangsa mereka karena aksi demo yang dianggap sudah diambang batas.

Malaysia VS Indonesia, Peace or War

Siapa yang diuntungkan oleh konflik yang memanas ini, adakah unsur politisnya?
Harian terkenal Malaysia New Strait Times hari ini 30 Agustus 2010 memuat sebuah surat terbuka seorang warga Malaysia untuk Pemerintah dan rakyat Indonesia atas aksi-aksi yang selama ini terjadi di Indonesia. Penulis surat bernama Idzan Ismail, asal Kelana Jaya, Selangor Malaysia. Berikut kutipkan versi asli dan terjemahnya:

TOMORROW, we celebrate Merdeka, and the symbol of sovereignty and our pride — the Jalur Gemilang — has been stamped on, burnt and spat at by citizens of our supposedly closest neighbour. Not only did they storm our embassy, they threw faeces into its compound.
It hurts so bad that Indonesians, whom we regard as Muslim brothers, are doing it in the holy month of Ramadan — in a fortnight we’ll be celebrating Hari Raya Aidilfitri — a month of goodwill and forgiveness. The nationalistic People’s Defence of Democracy (Bendera) is growing bolder by the day. Similar demonstrations were held in Bandar Aceh and Pekanbaru in Sumatra.
This is the same group which threatened to attack us with sticks and stones last year over our alleged ill-treatment of Indonesian maids. This time it was about our supposed cruelty towards the three Indonesian maritime officers detained by our authorities on Aug 13.
Bendera is on a “Ganyang Malaysia” rampage, shouting “Malingsia” (Maling is “thief” in Javanese). It even had the audacity to threaten to shave the heads of our people there before deporting them home.
It’s clear that there are underlying issues that caused them to act with such bravado.
The group would not have had the gumption to protest outside the Petronas office and CIMB-Niaga Bank there without the tacit approval of some unseen hands.
Things are beginning to surface, with politicians and members of parliament of both sides of the Indonesian political divide supporting the movement. They are demanding that their government cut all diplomatic and trade ties with us. Their media are fanning the anti-Malaysia sentiment.
One wonders why the protesters were not tear-gassed for trying to ram our embassy barricade. Some arrests were made but they were all released.
We have been noble in not retaliating in our country. It’s a wise move because we do not want the backlash of the two million Indonesians, legal and illegal, in our country. But how long can we exercise self-restraint? I fear we being nice is seen as a weakness.
I worry for the safety of Malaysians there. We must recall our ambassador, embassy staff and evacuate all our students and other Malaysians there. Let them celebrate Hari Raya in peace and calm.
We must also stop visiting Indonesia for the time being. When things are more peaceful, they can go back to Indonesia.
The protests are nothing more than an arrogant display of who is bigger and stronger. It may be an empty threat and probably poses no immediate risk to our citizens but our sovereignty and dignity have been compromised.
Indonesia owes us an apology.


Terjemahnya :

“Besok, kita merayakan hari kemerdekaan. Tapi simbol kedaulatan dan kebanggaan kita, Jalur Gemilang; diinjak, dibakar, dan diludahi oleh warga negara yang kita anggap sebagai tetangga terdekat. Mereka bahkan melempar tinja ke kedutaan besar kita.

Ini sangat menyakitkan, bahwa warga Indonesia–yang adalah saudara muslim kita–melakukannya di bulan suci Ramadhan, jelang umat muslim merayakan Hari Raya Idul Fitri; sebuah hari yang penuh kebaikan dan maaf.
Massa Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) bahkan makin berani hari ke hari, mereka berdemonstrasi serupa di Banda Aceh dan Pekanbaru.
Bendera adalah kelompok yang sama yang mengancam untuk menyerang kita dengan tongkat dan batu tahun lalu–ketika tuduhan perilaku buruk kepada pembantu asal Indonesia diarahkan pada kita. Kali ini mereka menggunakan isu penangkapan tiga staf pemerintah oleh aparat Malaysia, 13 Agustus lalu.
Bendera berteriak-teriak ‘Ganyang Malaysia’ dan ‘Malingsia’. Bahkan mereka mengancam menggunduli warga negara Malaysia sebelum mengirim mereka pulang. Jelas sekali, ada sesuatu yang mendasar yang menyebabkan mereka berani bertindak seperti itu.
Kelompok ini tidak akan punya keberanian untuk mendemo Petronas dan Bank CIMB Niaga tanpa ada persetujuan diam-diam dari beberapa tangan yang tak terlihat.
Isu juga dipanaskan politisi dan anggota parlemen di Indonesia. Mereka justru mendukung gerakan seperti itu. Mereka bahkan meminta pemerintah memutus hubungan diplomatik dan perdagangan dengan Malaysia. Sementara media massa Indonesia jadi ‘kipas’, makin memanaskan sentimen anti-Malaysia.
Kita bertanya-tanya, mengapa aparat Indonesia tidak mencegah pengunjuk rasa menyerang kedutaan Malaysia. barikade, atau gas air mata misalnya. Memang ada yang ditangkap, tapi semuanya dilepaskan.
Kita, orang Malaysia, sudah bertindak mulia dengan tidak membalas tindakan itu. Ini langkah bijak karena kita tak ingin ada serangan balik dari 2 juta penduduk Indonesia, legal atau ilegal, yang ada di negara kita. Tapi berapa lama kita harus menahan diri?

Saya takut, kebaikan kita dianggap sebagai kelemahan.
Saya khawatir atas keselamatan orang Malaysia di Indonesia. Kita harus segera memulangkan duta besar, staf kedutaan, dan semua mahasiswa Malaysia di sana. Memberi kesempatan pada mereka merayakan Idul Fitri dengan damai dan tenang.
Kita juga harus menghentikan kunjungan ke Indonesia saat ini. Nanti, ketika situasi sudah damai kembali, mereka bisa kembali ke Indonesia.
Aksi protes tidak lebih dari sebuah tampilan arogan yang terus tumbuh besar dan kuat. Ini mungkin hanya ancaman kosong dan mungkin tidak menimbulkan risiko untuk warga negara kita. Tapi, bagaimanapun, kedaulatan dan martabat kita telah diganggu.
Indonesia berutang kata maaf.

Lalu apakah selayaknya kita memohon maaf dengan jiwa besar, atau ada pendapat Anda yang lain pada Surat Ini, Sepertinya pemerintah kitapun memegang peran aktif terhadap problematika masalah yang terjadi dimana selama ini pemerintah terkesan lembek serta tidak tegas bersikap, sehingga memicu kemarahan rakyat yang dilampiaskan kepada Malaysia bukan hanya pemerintahnya tapi juga semua unsur yang ada termasuk rakyatnya.

Waktu BBM (Premium naik dari Rp 4500 jadi Rp 6000an) Ambalat memanas, ganyang Malaysia bergaung
Waktu Ribut-Ribut Protes tentang kecurangan hasil pemilu “Ganyang Malaysia pun memanas lagi
Waktu Rame-rame Orang Protes Remisi para koruptor, dan tenggelamnya kasus Century, Lapindo serta Pajak Lagi lagi Ganyang Malaysia memanas, siapa yang diuntungkan?




Artikel ini di Kutip dari http://re-tweet.blogspot.com/2010/08/surat-terbuka-seorang-warga-malaysia.html#ixzz0yOtKNXtv
Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

Sekarang dengan 10.000 IDR bisa ngiklan di kaskus.us

0 komentar
Jika Google punya Google AdSense, Facebook punya Facebook Ads, Kaskus kini punya KasAD, fasilitas pemasangan iklan di forum Kaskus yang ditujukan bagi segmen small-medium business atau usaha kecil menengah (UKM).

"Inisiatif ini muncul setelah kami menerima banyak e-mail dari kaskuser (anggota forum Kaskus). Banyak dari mereka yang ingin menjual produk, tetapi melalui iklan di Kaskus," kata Andrew Darwis, pendiri sekaligus Chief Technology Officer Kaskus Networks kepada VIVAnews di Jakarta, Rabu 1 September 2010.



Selama ini, Andrew menuturkan, slot iklan yang tersedia di Kaskus hanya tersedia untuk segmen korporasi hingga enterprise. Tingkat harga yang relatif mahal membuat slot iklan di forum Kaskus tidak terjangkau segmen UKM.

Sejak itu, Andrew dan kawan-kawannya mulai menciptakan slot baru yang dinamai KasAd berupa banner sederhana di thread-thread tertentu.

"Bentuknya nanti semacam Facebook Ad. Iklan produknya akan muncul di halaman thread yang relevan," ujar Andrew.

"Misalnya, seorang pengiklan ingin menjual BlackBerry Gemini. Maka, banner iklannya akan muncul di thread-thread Forum Jual Beli yang menjual BlackBerry Gemini. Sistem komputer kami yang akan memindai dan menempatkan iklan tersebut di thread yang sesuai," jelas pria yang akrab disapa 'mimin' di dalam forum online Kaskus.

Lalu, bagaimana cara beriklan di Kaskus dengan kocek Rp10.000? Sebelumnya, Kaskuser harus mempunyai akun Kaspay. Registrasinya mudah, bahkan lebih simpel daripada mendaftar akun e-mail.

Setelah terdaftar, lakukan top up pada saldo akun Kaspay Anda. Top up bisa dilakukan 24 jam, tidak harus di waktu jam kerja. Minimal saldo untuk ditop up adalah Rp10.000.

Jika Kaspay Balance sudah terisi, Anda sudah dapat beriklan di Kaskus. Kunjungi situs KasAd, login, maka Anda akan dipersilakan untuk membuat iklan sesuai selera Anda dengan meng-klik 'Create New Ad'.

Andrew menjelaskan, di KasAd, terdapat dua pilihan cara beriklan, yaitu Pay For Clicks (cost per click-CPC) dan Pay for Impressions (cost per mill-CPM). Untuk CPM, Kaskus mengenakan biaya Rp0,5 per iklan tampil (impression). Sedangkan untuk CPC, biayanya jauh lebih mahal, Rp3.000 per klik.

"Opsi CPC memang lebih menarik daripada CPM. Di CPC, banner iklan baru akan dicopot setelah jumlah kliknya mencapai limit budget iklan," cetus Andrew.

Misalnya, budget iklan seorang Kaskuser Rp30.000 untuk CPC. Maka, iklan tersebut akan dicopot jika sudah mencapai 10 kali klik (Rp3.000 x 10 klik). Tetapi, sebelum mencapai 10 klik, walaupun impression-nya sejuta kali, iklan tersebut akan tetap terpampang.

"Semuanya tergantung kebutuhan Kaskuser. Ingin produknya cepat terjual bisa pilih CPM. Kalau ingin memperkuat branding mungkin lebih cocok CPC. Intinya, KasAd muncul untuk memudahkan seluruh Kaskuser yang mau beriklan tetapi minim budget," tukas Andrew.

“Berdasarkan hasil survei bebas yang kami lakukan baru-baru ini pada 1.079 responden, terbukti semuanya adalah pelaku aktif jual-beli online, dan 90 persen di antaranya menggunakan Forum Jual Beli (FJB) Kaskus sebagai media penjualannya," ucap Ken Dean Lawadinata, CEO Kaskus Networks dalam keterangan resminya.

"Berangkat dari fakta itu, kami meluncurkan KasAD untuk dapat lebih mengakomodasi kebutuhan user dalam mengiklankan usahanya," tuturnya. (art)
VIVAnews
Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

RI-Malaysia Tak Butuh Intervensi Pihak Ke-3

0 komentar
VIVAnews -- Menteri Luar Negeri Malaysia, Datuk Seri Anifah Aman menegaskan, Malaysia dan Indonesia bisa menyelesaikan permasalahan dua negara tanpa intervensi dari pihak ketiga.


"Sejauh ini, kami masih bisa duduk bersama, mendiskusikan cara untuk menemukan solusi secara baik-baik," kata Anifah saat menghadiri perayaan hari kemerdekaan Malaysia ke-53 di Stadiun Putra, seperti dimuat New Straits Times, Rabu 1 September 2010.

Anifah menegaskan keyakinannya, konflik yang terjadi di antara dua tetangga ini bisa diselesaikan dengan semangat Asean.

Ditambahkan Anifah, Malaysia dan Indonesia punya banyak kesamaan dan saling menguntungkan dalam berbagai aspek.

Pembicaraan antara dua negara akan dilakukan di Kuala Lumpur pada 6 September 2010. Indonesia diwakili Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa.

Sementara, Menteri Dalam Negeri Malaysia, Datuk Seri Hishammuddin Hussein mengatakan, hubungan diplomatik antar dua negara seharusnya dilakukan dengan baik, untuk menjaga kerukunan.

Dari Indonesia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini dijadwalkan akan memberikan pernyataan sikap terkait konflik yang terjadi saat ini.

"Saya ingin mendudukkan persoalan ini pada tempatnya," kata Yudhoyono, Selasa 31 Agustus 2010.

"Kita coba mendorong Malaysia untuk sungguh-sungguh menyelesaikan batas wilayah, dan tetap menjaga hubungan yang selama ini bermanfaat bagi saudara-saudara kita."

***

Ancaman terhadap warga Malaysia kini tak lagi sekedar isu sweeping. Sudah berwujud aksi.

Di Ketapang, Kalimantan Barat, rumah seorang insinyur Malaysia itu dilempari batu, Minggu kemarin sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

Dilaporkan, ada lima pria mengenakan ikat kepala bertuliskan "Ganyang Malaysia" diduga sebagai pelaku.

Insinyur Malaysia 60 tahun, mengatakan dia hampir terkena batu ketika ia membuka pintu depan rumahnya untuk memeriksa apa yang jadi biang keributan.

Untungnya, tambah dia, polisi Indonesia berhasil mencegah situasi menjadi lebih buruk.

buat agan - agan jangan terprovokasi mungkin ada kepentingan pihak ketiga di balik konflik ini
Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

Rahasia di balik senyuman Mona Lisa dan lukisan Da Vinci

0 komentar
Senyum Mona Lisa karya Leonardi Da Vinci yang dianggap masih misterius, baru-baru ini menjadi studi di kalangan ilmuwan seni. Para pakar berhasil mengungkap rahasia efek sfumato (efek asap khas Leonardo Da Vinci) yang membuat senyum Mona Lisa menjadi misterius.

Mona Lisa
Telegraph, Minggu 22 Agustus 2010, tehnik sfumato pada lukisan yang saat ini dimiliki pemerintah Perancis itu, di sebut-sebut di lakukan dengan 40 lapisan cat yang sangat tipis, terutama pada bagian senyuman khas milik Mona Lisa. Lapisan cat ini di perkirakan di oleskan menggunakan jari-jari sang maestro.


Leonardo Da Vinci

Efek ini memberikan kesan kabur dan menciptakan bayangan di sekitar mulut Mona Lisa, yang sekilas jika di lihat senyumnya nyaris tak kelihatan dan dan menghilang jika dilihat langsung. Menggunakan sinar X untuk meneliti lukisan ini, para peneliti bisa melihat bagaimana lapisan-lapisan cat tersebut dioleskan dengan tingkat ketebalan bervariasi di bagian-bagian berbeda pada wajah. Dengan waktu pengeringan tiap lapisan membutuhkan waktu berbulan-bulan, efek sfumato memerlukan waktu bertahun-tahun hingga menghasilkan lukisan utuh. Da Vinci dikenal memanfaatkan efek sfumato untuk menyelaraskan bayangan-bayangan dan mengaburkan outline.

Laboratoire du Centre de Recherche et de Restauration des Musees de France, serta Synchrotron Radiation Facility Eropa adalah tempat mengumumkan penemuan baru ini.
Sebagaimana lukisan Mona Lisa, tim ilmuwan ini juga mempelajari warna kulit pada enam lukisan terkenal Da Vinci lainnya, termasuk Virgin of the Rocks, Madonna of the Carnation, Santo Yohanes Pembaptis, dan Virgin and the Child.


Virgin of the Rocks


Madonna of the Carnation


St. John the baptist


Virgin and the Child

Mereka menemukan bahwa tiap lapisan cat hanya berukuran sekitar 20 mikrometer, sekitar 50 kali lebih tipis dibanding sebatang rambut manusia. Di bagian-bagian kulit yang berwarna terang, lapisan cat yang ditemukan sangat tipis, tetapi di bagian yang berwarna gelap lapisan berketebalan hingga 55 mikrometer.
Sumber : vivanews.com dengan beberapa perubahan

Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

Rabu, 25 Agustus 2010

bloger bkalan kena pajak

0 komentar



Pemerintah kota Philadelpia akan mencari sumber pendapatan baru bagi pemasukan kas kota tersebut. Rencananya pemerintah bakal memungut pajak dari Blogger.

Blogger Bakal Dikenai Pajak

PHILADELPHIA - Pemerintah kota Philadelpia akan mencari sumber pendapatan baru bagi pemasukan kas kota tersebut. Rencananya pemerintah bakal memungut pajak dari Blogger.

Blogger akan dikenai biaya lisensi sekira USD 300 untuk pembelian lisensi bisnis di blog dari Kota tersebut. Kajian pemerintah menunjukkan bahwa sebagian Blogger dan penulis online lainnya mendapat penghasilan beberapa dollar dari iklan-iklan yang ada.

Philadelphia City Paper, Selasa (24/8/2010) melaporkan, penghasilan seorang blogger terbilang cukup memadai, sebab itu tak ada salahnya mereka wajib membeli lisensi bisnis. Selain itu, mereka juga berencana memungut sekira USD50 dari pendapatan iklan yang mereka terima.

Marylin Bess, seorang blogger yang khusus membahas tanaman organic telah menerima instruksi untuk membeli lisensi dari pemerintah kota Philadelphia.

"Memungut pajak dari blogger sungguh keterlaluan, mereka tahu pekerjaan saya tidak full-time, bila harus membayar hingga USD300 untuk lisensi hak istimewa bisnis, membayar pajak upah, pajak bisnis, ini sangat keterlaluan, " kata Bess.

Langkah ini, tentunya akan mengejutkan komunitas blog Silicon Valley. Kondisi carutmarutnya perekonomian di kota tersebut berbuntut pada munculnya ide-ide jahat pemerintah kota untuk mengeruk keuntungan dari blogger.

news.id.msn.com
Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

Sabtu, 21 Agustus 2010

taxi indonesia

0 komentar
Seorang Jepang yang baru saja mendarat di Jakarta menaiki sebuah taxi. Lalu sang Jepang ini minta diantarkan ke Hotel yang jaraknya kurang lebih 3 KM.
Setelah taxi melaju beberapa saat kemudian, sebuah mobil Honda menyalip taxi dengan cepat. Melihat itu, kontan si Jepang pun tersenyum ke supir sambil bilang, “Look. Honda, very fast! Made in Japan!”

Si sopir cuma godek –godek kepala “ norak amat nih jepang ” katanya dalam hati.

belum sembuh keselnya ga lama kemudian, sebuah mobil Toyota menyalip si taxi dengan cepat. Kembali si Jepang tersenyum ke supir sambil bilang, “Hei, TOYOTA ! Very fast! Made in Japan!”

Si supir tetap mengiyakan saja, sambil terus bersabar.

Beberapa detik kemudian, lagi – lagi sebuah mobil Mitsubishi menyalip si taxi. Bukan nya diem si Jepang malah tertawa, sambil bilang, “MITSUBISHI ………! Very fast…….! Made in Japan……..! Apa yg Indonesia bisa bikin………….???!!!! Hahahaha ………………!!!!?”

Si supir mulai dongkol, tapi dia tetap berusaha sabar dan tidak menanggapi provokasi si Jepang.

Sesampainya di hotel tujuan , si Jepang yg sudah seringmondar – mandir Jakarta ini, terkaget2 dengan argo taxinya, “HAH ………??? Masak dari bandara ke sini aja bisa Rp 800.000……… ??!!”

Si supir tersenyum, dan dengan sopan berkata, “THIS IS ARGOMETER ! Made in Indonesia, sang ! Look………Very Fast !”
Sumber : http://infolusion.blogspot.com/2010/03/cara-memasang-related-artikel-terkait.html#ixzz0yrFlyjSG

ARTIKEL TERKAIT

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...